Emergency 082265250743    082265250744    Fax: -    rsaghisna.sidareja@gmail.com

BAHAYA KONSUMSI IKAN ASIN BERLEBIH

Ikan Asin merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia, dan ternyata ikan asin menyimpan risiko stroke dan kanker nasofaring. Risiko tersebut datang dari bahan penyusun ikan asin, seperti garam dan bahan pengawet.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putrie Arianie, risiko tersebut terdapat pada makanan yang asin-asin. Makanan asin masih bisa dinikmati asal tidak berlebihan.

“Jika sudah makan ikan asin 1 kali pada hari itu, ya jangan makan lagi. Saya sangat suka ikan asin tapi jangan terlalu banyak. Sebisa mungkin, kita harus menghindari makanan yang mengandung pengawet atau garam terlalu tinggi supaya bebas risiko penyakit,” kata Putri dari Kemenkes, Jum’at (16/8/2019).

Putri mengingatkan, asupan garam dalam sehari tidak boleh lebih dari 2 ribu miligram. Total ini mencakup yang ditambahkan saat memasak serta yang sudah terkandung dalam bahan makanan, atau biasa disebut garam tersembunyi. Karena itu, konsumsi ikan lebih baik jika diketahui komponen dan proses pembuatannya.

Hal lain yang diingatkan Putri adalah pentingnya menghindari makanan dengan 4P. Kandungan ini mencakup pengawet, pewarna, pemanis, dan penyedap. Paparan berulang 4P yang berasal dari zat berbahaya berisiko mengakibatkan berbagai penyakit, misal kanker.

Author Info

Aghisna Medika